Mengapa NFT Bisa Berharga Sangat Mahal hingga Triliunan Rupiah?

 

Gangsempit – Belakangan ini nama Ghizali Ramai marak diperbincangkan public setelah sukses menjual koleksi swafotnya sebagai NFT, bagaimana tidak? Pemuda ini telah meraup miliaran rupiah dari hasil penjualan NFT.

Kesuksesan Ghozali seiring dengan berkembangnya dunia jual-beli NFT dan mata uang kripto. Pasar NFT belakangan ini berkembang pesat dengan aset-aset yang mencapai nilai jutaan dolar AS.

Kini, aset NFT termahal yang dimiliki Ghozali saat ini dijual hingga 999 Ethereum atau sekitar USD 3jt, seorang kolektor telah membeli aset Ghozali Everyday seri #732 dengan harga sebesar itu.

Nah, kira-kira apa yang membuat NFT begitu populer dan mempunyai harga yang sangat mahal? 

Apa Itu NFT?

NFT adalah singkatan non-fungible token. Non-fungible artinya sesuatu yang tidak dapat dipertukarkan, sebuah karya yang memiliki keunikan sendiri.

Aset non-fungible bisa berwujud lukisan atau bangunan, aset seperti ini bisa di publish baik itu berupa foto atau video, namun karna original atau hak milik tetap hanya ada satu.

Konsep tersebut berlaku dalam NFT, token di sini merujuk pada berkas digital yang disimpan dalam blockchain.

Jadi, yang dibeli dari NFT sebenarnya bukanlah karya seperti swafoto Ghozali, melainkan berkas digital yang memuat sertifikat keaslian atau kepemilikan karya tersebut.

Apa yang Bisa Dijadikan NFT?

Secara teori, berkas digital apa pun bisa dijual sebagai NFT. Ini karena yang bernilai dari NFT adalah berkas orisinalitasnya.

Walaupun telah dibeli, karay-karya tersebut masih bisa dan aman apabila di publikasikan oleh pengguna internet.

Karena orisinalitas itulah yang membuat karya NFT itu berharga, perumpamaannya seperti kamu membeli karya lukis, lukisan itu bisa di cetak berulang-ulang kali, namun yang asli tetap hanya satu

Mengapa NFT Bisa Berharga Mahal hingga Triliunan Rupiah?

Rekor aset NFT termahal saat ini dipegang oleh The Merge, Aset ini terjual dengan mata uang Ethereum yang jika dikonversikan nilainya mencapai USD 91,8 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

Untuk alasannya sendiri bermacam-macam, ada yang beranggapan sebagai investasi dan ada pula yang menganggap sebagai apresiasi. 

Bagi karya seperti swafoto Ghozali, meskipun terlihat remeh, konsistensinya membuat foto selama lima tahun dapat menjadikan karyanya bernilai.

Di lain sisi, aspek ketokohan juga kadang berpengaruh dalam penjualan aset NFT. Tokoh kenamaan seperti Jack Dorsey dan Edward Snowden pernah merilis NFT yang laku jutaan dolar AS.

Selain itu, pembeli juga bisa jadi berspekulasi harga itemnya akan terus naik dan ia akan mendapatkan keuntungan.

Hal ini pun rentan membuat bisnis NFT sebatas menjadi gelembung ekonomi. Gelembung ekonomi adalah perdagangan aset dalam volume besar dengan nilai yang lebih tinggi dibanding nilai fundamentalnya.

Gelembung ekonomi bisa tiba-tiba pecah saat barang yang diperdagangkan sudah tidak diminati lagi. Harganya akan anjlok drastis dan pembeli terakhir merugi.

Mike Winkelmann, seniman digital yang sukses menjual NFT seharga puluhan juta dolar AS pada 2021 lalu, mengakui bahwa NFT rentan menjadi gelembung ekonomi.

“Sejujurnya, saya berpikir akan ada gelembung. Dan saya pikir kita sekarang sedang berada dalam gelembung itu,” kata Winkelmann kepada BBC.

Sementara itu, mantan juru lelang Christie’s, Charless Allsopp juga skeptis dengan bisnis NFT. Ia menyebut konsep bisnis NFT “tidak masuk akal.”

“Gagasan membeli sesuatu yang tidak ada itu aneh. Saya pikir orang yang berinvestasi di situ sedikit bodoh, tetapi saya harap mereka tidak kehilagan uang,” kata Allsopp.

Posting Komentar untuk "Mengapa NFT Bisa Berharga Sangat Mahal hingga Triliunan Rupiah?"